Alhamdulillah akhirnya didik bisa menulis kembali, mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang telah kami lakukan semua.
3 Tahun Ujian Bani Moekti disampaikan kepada kita semua dari Allah SWT. " Semua Yang Bernyawa Pasti Akan Meninggal".
Secara berurutan Mulai dari Pakde Rohman, Pakde Mus , Bulek Mur, Ibu Roes meninggalkan kita semua, ini adalah suatu proses yang harus kita lalui semua, kita semua yang ada pun akan mengalami proses yang sama yaitu kematian, dan semoga Allah SWT menjadikan seluruh keluarga besar ini dipanggil dalam keadaan Khusnul Khotimah ....Suatu rangkain proses yang diidamkan seluruh umat manusia.
Saya secara pribadipun kembali diingatkan oleh Allah SWT terhadap 2 Peristiwa besar Idul Fitri dan Idul Adha -- suatu peristiwa sebagai ujung kemenangan dari tiap hamba di muka bumi, menang dalam penaklukan hawa nafsu saat puasa 1 bulan penuh dan satu lagi proses pengorbanan seorang Hamba terhadap sang Kholiq dimana digambarkan sepasang ayah-anak yang ....dahsyat kerelaaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Kejadian ini pun membumi dalam diri ini karena saat 2 momentum besar itu kami kehilangan sosok Ayah dan Sosok Ibu ---- Mereka berdua dipanggil Allah SWT saat gema takbir membahana di seluruh pelosok bumi.
Dari ini saya pun kembali teringat sosok perjuangan para pendahulu kita menegakkan syiar agama ini mungkin masih terasa jelas di memori kita semua --- omah wetan rumah pakde kita pakde rohman yang saya anggap sebagai manager handal di Bani Mukti --- disulap bagai mushola saat proses terawih dilakukan.
Di oMah wetan inipulah syiar Qurban disemarakkan oleh beliau --- kita sama menyembelih hewan qurban sebagai manifesto kecintaan kita terhadap syiar yg disampaikan bapak para nabi Ibrahim AS. kita dididik bersama oleh pakde rohamn utk memiliki sifat berbagi dan rela berqurban -- dan Alhamdulillah syiar ini sekarang masih dilanjutkan di omah Kulon -- rumah Eyang Roest.
2 Momen Penting ini sudah dibadikan oleh pendahulu kita utk kita telaah bersama --- tentang semanagat bersama berjuang demi kita semua.
Budhe Mini dan Budhe Mie saya anggap sebagai pribadi yang handal --- menyuplai kegiatan adik-2 beliau yang merantau di sby dan malang utk juga berjuang beribadah --- utk bersekolah .
Dan semua atas Izin Allah SWT itu bisa kita rasakan sekarang ---- so monggo poro sedulur semua kita bisa berkaca kepada para pendahulu kita semua yg dengan rela berkurban utk saudaranya dan berjuang bersama menjaga keutuhan keluarga ini.
Semoga Allah SWT menetapkan hati kita semua dalam ketetapan menjalan agama ini secara benar. Dan Menjaga hubungan baik keluarga ini.
Mohon maaf ----- cintaku utk semua sedulurku --- bapake "R3" rifqi rifqa riffa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar