Sudah hampir 2 tahun ini, ibu Novi diluar kesibukan rutinnya mulai menekuni mengolah tanaman toga menjadi minuman instan yang menyehatkan (jamu). Ada tiga jenis minuman instan menyehatkan yang diproduksinya yaitu temulawak instan, kunir putih instan dan jahe instan. Dilihat dari cara mengolahnya, sebetulnya pembuatan minuman instan ini bukan pekerjaan ringan, tetapi karena senang dan hobi juga barangkali sehinga enjoi saja melakukannya. Coba bisa dibayangkan, untuk menghasilkan menuman instan, proses yang harus dilakukan antara lain meliputi: 1) berburu bahan baku, 2) mensortir bahan baku, 3) mencuci bahan, 4) memotong menjadi kecil-kecil, 5) menggiling, 6) memeras, 7). mengendapkan, 8) merebus, 9) menguapkan dan 10) mengkristalkan yang sekurang-kurangnya membutuhkan waktu 4-5 jam. Waktu yang paling lama adalah pada prsoes penguapan dan pengkristalan karena pada proses ini sari perasan dari temulawak, kunir putih atau jahe dipanaskan diatas api dan perlu dilakukan pengadukan secara terus-menerus, sehingga sangat membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Karena setelah mengkristal masih harus diaduk terus menerus supaya menjadi bubuk. Pengadukan semakin menjadi berat pada saat proses pengkristalan. Pada saat itu pengadukan harus terus-menerus dan merata, karena kalau tidak, maka tidak akan terbentuk serbuk tetapi justru menggumpal. Setelah menjadi bubuk di dinginkan ditaruh di tampah. Setelah dingin, bisa di timbang dan di masukkan di toples. Jangan khawatir minuman instant buatan ibu Novi ini alami tanpa bahan pengawet dan bebas dari bahan kimia serta sudah terdaftar pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Bagi yang berminat atau mau pesan bisa telpon di 031 8412296 atau 081 703 692 676, hehe .
Menyimak betapa tidak ringannya membuat jamu seperti itu, mengapa ibu Novi, masih menyempatkan waktu untuk melakukannya, padahal untuk menangani kegiatan menjahitnya saja sering tidak terpenuhi. Berikut wawancara saya dengan ibu Novi, ada apa dibalik itu semua.
Rosyi Apa yang mendorong ibu memproduksi minuman instan ?
Ibu Berawal dari, pengalaman waktu merawat bapak yang terkena hepatitis dan sempat opname selama 2 minggu di RSUD Dr. Sutomo pada tahun 1996, ibu memperoleh banyak pelajaran dan yang ibu catat adalah obat untuk bapak berupa kaplet curcuma yang ternyata sari dari temulawak. Sejak itu, dirumah selalu ibu sediakan temulawak kering (keripik temu lawak) yang sewaktu-waktu dapat direbus untuk diminum bapak.
Pada tahun 2006 ibu diundang untuk mengikuti pelatihan ketrampilan di kantor Kecamatan Wonocolo yang salah satu materinya adalah cara membuat minuman instan. Bekal pengalaman mengikuti pelatihan inilah yang kemudian ibu praktekkan untuk mengolah temulawak menjadi instan. Awalnya ibu membuat untuk dikonsumsi sendiri, tetapi melalui ibu-ibu PKK mulai banyak yang berminat untuk dibuatkan. Inilah barangkali yang dikatakan berawal dari hobi dan iseng-iseng, akhirnya keterusan menjadi profesi. Nah sekarang yang mengkonsumsi temulawak tidak hanya bapak tetapi semua anggota keluarga karena sudah jadi instan sehingga sangat mudah cara meminumnya cukup dicampur air dingin, air hangat atau air panas tidak masalah.
Rosyi Apa saja yang ibu lakukan untuk mengembangkan produksi minuman instan ibu?
Ibu Karena hasil produksi ibu sudah banyak diminati orang dan bahkan ada yang dipajang di toko mini market, maka ibu telah mendaftarkan tiga jenis minuman tersebut ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan sudah memperoleh Nomor PRT. Selanjutnya ibu juga berkeinginan nambah jenis minuman instan menyehatkan. Untuk itu, ibu telah mengadakan kunjungan (studi banding) ke Pabrik Jamu Dayang Sumbi di Mojokerto. Disamping itu, dengan dukungan bapak akan meningkatkan kapasitas peralatan pengolah, yang saat ini masih menggunakan wajan biasa dengan kapasitas Cuma 5 kilogram.
Rosyi Kalau tidak salah kegiatan utama ibu adalah menjahit, sedangkan akhir-akhir ini kegiatan ibu kan semakin banyak, pengurus PKK kelurahan, fasilitator lingkungan, Ketua PKK RW, Sekretaris Dharma wanita BPDE dan Bendahara UPK Kelurahan. Terus kegiatan mana yang menjadi prioritas ibu ?
Ibu Ibu menyadari bahwa menjahit merupakan media untuk menjalin relasi, karena menjahit pulalah yang kemudian melahirkan pengembangan kegiatan yang lain, termasuk membuat menuman instan ini. Oleh karena itu, menjahit akan tetap menjadi kegiatan induk ibu. Tapi yang menjadi prioritas nomor satu ya keluarga!
Rosyi Bagaimana tanggapan bapak dengan kegiatan ibu yang begitu banyak dan usaha memproduksi minuman instan ibu.
Ibu Kalau bapak sih oke-oke saja. Bapak mendorong dan memberikan kesempatan kepada ibu untuk berkatifitas selama itu tidak mengganggu prioritas no.1 (keluarga) dan masih bisa membagi waktu, bapak tidak keberatan kok. Dan bapak juga sering mengingatkan kalau sudah berani memilih dan menjalani suatu kegiatan apa saja, tidak boleh mengeluh (ojo sambat) ....
Rosyi Bagaimana prospek kedepan dengan usaha produksi minuman instan ini?
Ibu Permintaan semakin meningkat, promosi sementara berjalan dari mulut ke mulut. Insya Allah kalau jadi setelah hari raya nanti akan ada pesanan jahe instan sebanyak 1 kwintal ke Papua. Apabila kiriman perdana ini cocok diharapkan akan menjadi pemasok rutin. Ibu berangan-angan kalau memang nanti produksi terus meningkat dan produknya bisa diterima pasar secara lebih luas misalnya di toko-toko, maka sudah pasti akan membutuhkan tambahan tenaga kerja.
Rosyi Saya dengar selain memproduksi minuman instan, ibu juga sedang merintis kegiatan produktif untuk ibu-ibu di kampung ibu, kegiatan apa itu ?
Ibu Ibu melihat di kampung ini, pada saat selesai memasak banyak ibu-ibu yang hanya nongkrong di depan TV karena tidak ada kegiatan lain. Ibu mencoba menawari mereka untuk mengisi waktu kosong dengan mengerjakan kerjainan. Dan tanggapan mereka cukup bagus meskipun imbalannya kecil, ibu bersama beberapa ibu merintis kegiatan pembuatan kerajinan tangan (handmade) yang dikerjakan tanpa bantuan mesin, berupa sarung bantal dari kain warna-warni yang dibentuk dan beberapa kegiatan memanfaatkan daur ulang limbah plastik. Nah untuk itu, ibu terpaksa minta dimodali bapak untuk keperluan belanja perlengkapan dan bahan baku.
(by : Rosyida)