Pada akhir 2007 tepatnya pada tgl 6 Desember 2007 ada seorang bani H. MOEKTI dari generasi empat telah diwisuda dan disumpah menjadi seorang dokter, dengan Indeks Prestasi 3,40 dia itu adalah mas Henky. Kemudian pada bulan Maret MAS Henky mengukuti ujian kompetensi yang katanya sih sebagai suatu kewajiban dan persyaratan untuk memperoleh ijin praktek. Hasil ujian tersebut telah diumumkan pada bulan mei 2008 dan dia dinyatakan lulus oleh IDI Pusat. Dari sertifikat kompetensi tersebut dia gunakan untuk mendaftarkan program pengabdian dokter baru yang sering disebut program PTT. Memang jiwa berpetuang yang selalu ingin mengatasi tantangan maka mendaftarlah program PTT di daerah yang sangat terpencil di daerah Ambon dan daerah terpencil di propinsi Gorontalo. Ternyata dia dinyatakan diterima propinsi Gorontalo tepatnya Kabupaten Pahuwato Kecamatan Marissa. Terhitung mulai awal Juni 2008 sampai akhir Mei 2009 dia akan melaksanakan tugas PTT disana. Daerahnya memang terpencil sesuai dengan kreteria daerahnya sehingga jarak jangkuan yang harus dijalani sekitar 6 jam dari ibukota propinsi Gorontalo. Bahkan sempat dikirim paket makanan ringan dari malang ternyata hampir dua bulan baru datang. Setelah tiga bulan melaksanakan tugas disana ternyata mulai mendapat simpati dari masyarakat maupun instansi di sana terbukti pasiennya sudah mulai banyak dan departemen Kesehatan daerah pun menawari untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil di sana. Lebaran ini dia mengutamakan untuk pulang perlu untuk bersilahturahim bersama keluarga besar H. MOEKTI dibulan syawal 1429 H. (by : FARA).
Nun jauh di Kenduruan, sebuah wilayah kecil yang barangkali tak pernah dicatat dalam sejarah kejayaaan Ronggolawe saat jadi penguasa Tuban, atau sebuah wilayah yang barangkali tak pernah terlihat dan hanya sekadar nylempit di peta bumi Indonesia, Alm. H. Mukti Mustadjab dan Alm. Hj. Rupiah dari jauh-jauh hari dengan hati riang dan berbahagia, dengan doa siang dan malam, sudah “berdendang” syair menanam “biji”.
27 September 2008
Kisah Perantauan Dokter Muda Di Gorontalo
Pada akhir 2007 tepatnya pada tgl 6 Desember 2007 ada seorang bani H. MOEKTI dari generasi empat telah diwisuda dan disumpah menjadi seorang dokter, dengan Indeks Prestasi 3,40 dia itu adalah mas Henky. Kemudian pada bulan Maret MAS Henky mengukuti ujian kompetensi yang katanya sih sebagai suatu kewajiban dan persyaratan untuk memperoleh ijin praktek. Hasil ujian tersebut telah diumumkan pada bulan mei 2008 dan dia dinyatakan lulus oleh IDI Pusat. Dari sertifikat kompetensi tersebut dia gunakan untuk mendaftarkan program pengabdian dokter baru yang sering disebut program PTT. Memang jiwa berpetuang yang selalu ingin mengatasi tantangan maka mendaftarlah program PTT di daerah yang sangat terpencil di daerah Ambon dan daerah terpencil di propinsi Gorontalo. Ternyata dia dinyatakan diterima propinsi Gorontalo tepatnya Kabupaten Pahuwato Kecamatan Marissa. Terhitung mulai awal Juni 2008 sampai akhir Mei 2009 dia akan melaksanakan tugas PTT disana. Daerahnya memang terpencil sesuai dengan kreteria daerahnya sehingga jarak jangkuan yang harus dijalani sekitar 6 jam dari ibukota propinsi Gorontalo. Bahkan sempat dikirim paket makanan ringan dari malang ternyata hampir dua bulan baru datang. Setelah tiga bulan melaksanakan tugas disana ternyata mulai mendapat simpati dari masyarakat maupun instansi di sana terbukti pasiennya sudah mulai banyak dan departemen Kesehatan daerah pun menawari untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil di sana. Lebaran ini dia mengutamakan untuk pulang perlu untuk bersilahturahim bersama keluarga besar H. MOEKTI dibulan syawal 1429 H. (by : FARA).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar