27 September 2008

Puasaku Bolong Seminggu


by : Reyhan
Puasaku tahun yang lalu hampir penuh tetapi karena aku masih baru belajar puasa maghrib ada satu hari yang terasa sangat berat sehingga aku idak kuat untuk melanjut kan sampai maghrib. Seminggu sebelum hari raya aku minta diantar ke Kenduruan mendahului yang lain berlibur disana. Aku senang di Kenduruan karena setiap hari bisa bermain sepuasnya di sawah dan di sungai.
Pernah suatu hari hujan turun dengan lebat saat aku masih berada di sawah sehingga mbah Uti kebingungan mencariku. Tidak lama aku pulang dengan basah-basahan dan aku dimarahi mbah Uti lalu aku mandi dan hujan pun berhenti sambil menunggu adzan maghrib aku pun lihat TV beberapa menit kemudian adzan maghrib pun terdengar aku lalu berbuka dengan meminum teh yang telah di sediakan oleh mbah Uti. Selesai buka kami sholat mahrib berjamaah dilanggar. Setelah selesai sholat berjamaah aku kembali kerumah untuk makan. Saat isak tiba aku bersama mbah Kung, mbah Uti dan mbak Rini berangkat ke langgar untuk sholat isak dan tarawih setelah itu aku langsung tidur. Satu hari sebelum hari raya karena keasikan bermain aku haus dan lapar lalu karena tidak kuat aku langsung makan dan minum dengan diam-diam agar tidak ketahuan mbah Uti, jadi lengkaplah dua hari puasaku bolong.

Puasa tahun ini, niatku dapat puasa penuh, tapi baru dapat satu minggu aku terserang penyakit cacar air atau cangkrang orang jawa menyebutnya. Tubuhku penuh dengan bisul-bisul kecil, dan aku harus meminun obat. Karena sampai satu minggu penyakit cacar baru sembuh, jadi puasaku bolong lagi selama seminggu. Nggak enak sakit cacar ini, karena mau masuk sekolah tidak boleh oleh pak guru kawatir menular pada teman yang lain, begitu pula mau main juga teman-teman mainku tidak berani mendekat, jadi ya di rumah saja

Tidak ada komentar: