27 September 2008

Tahun KERAMAT !


Tahun ini bisa dibilang tahun yang bersejarah bagi keluarga Agus i. Alhamdulillah.
Suprapto-Noermijati. Bagaimana tidak, berbagai hal besar terjadi secara berurutan dalam keluarga ini.
Pertama. Mohammad Rizka, anak kedua dalam keluarga ini lulus SMA dan berhasil masuk ke jurusan yang diinginkannya –Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang- melalui jalur PMDK. Jurusan ini merupakan satu-satunya jurusan yang diinginkan oleh Rizka, sehingga ia tidak tergerak sedikitpun untuk memilih jurusan-jurusan lain.

Suatu berkah luar biasa dari Allah, saat teman-teman sesama lulusan SMA bergelut dengan bimbingan belajar dan SNMPTN, Rizka sudah mendapatkan posisi yang nyaman di jurusan yang masuk kategori favorit tersebut.

Kedua, si Papa, Pak Agus Suprapto, akhirnya professor juga! Setelah proses yang cukup lama setelah perolehan gelar doktor pada tahun 1997, si Papa dikukuhkan sebagai Profesor pada Juni 2008 lalu. Kebetulan, hari tersebut berdektan dengan ulang tahun sang putra, Rizka, dan ulang tahun pernikahan Agus Suprapto-Noermijati yang ke-22. Benar-benar hari-hari yang special bagi keluarga ini.

Mengangkat analisa kegagalan, Profesor Agus berulang kali menahan laju air mata haru dalam pidato pengukuhannya. Keadaan saat itu betul-betul membuktikan iklan-iklan sekolah kejuruan yang akhir-akhir ini sering kita saksikan di televisi. Ya, Prof. Agus dulunya bersekolah di ST dan STM, dan Wakil Rektor 1 Universitas Merdeka Malang ini berhasil membuktikan bahwa stigma kurang baik dari masyarakat terhadap sekolah kejuruan tidak benar.

Semoga Prof. Agus dapat melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan pada beliau dengan baik dan lancar. Dan tentunya semoga setelah menjadi professor, beliau tidak menjadi tipikal professor di kartun-kartun Jepang: berambut putih dan membotak. Amin.

Ketiga, si Mama, Bu Noer, telah lulus pendidikan S3 Ekonomi dari Universitas Brawijaya pada bulan Juni pula. Disertasinya lulus dengan nilai A. Bu Dosen yang satu ini berhasil lulus dalam waktu yang singkat, yaitu hanya 2 tahun saja. Bahkan IPK beliau mencapai angka 3,9 ! Suatu capaian yang sangat fantastis.

Tentunya Bu Doktor diwisuda dengan predikat cumlaude, dan mahasiswa-mahasiswanya yang kebetulan berbarengan wisuda, atau menghadiri wisuda tersebut hanya bisa bergeleng kepala dan berdecak kagum atas prestasi gemilang dosennya ini. Yang digojlog bukan Bu Noernya, malah anaknya, si Primi, yang kebetulan berkuliah di Fakultas Ekonomi juga, yang kena gojlogannya. Kata teman-teman Primi, “Aduh Prim, punya Ibuk kok pinter amat,, wah,, kalah saing IPKmu sama Ibukmu!” Dalam!!!

Setelah mencapai gelar ini, beliau berusaha mengamalkan ilmunya dengan melakukan penelitian-penelitian, mejadi staf ahli Pembantu Dekan II, dan mengabdi untuk mengajar generasi penerus bangsa. Mengutip nasehat si Mama pada anak-anaknya, ilmu itu kalau diamalkan dan dibagi tidak akan berkurang, justru semakin bertambah dan kita bisa semakin memahami ilmu tersebut, jadi jangan pelit-pelit membagi ilmu.

Keempat. Pada bulan Agustus, Primi Puspita Ramadhania, si sulung, dinobatkan sebagai Wakil II Mbakyu Kota Malang 2008 pada pemilihan duta pariwisata Kota Malang, Kakang Mbakyu Malang 2008.

Tahun ini belum berakhir, semoga cerita bahagia dan membanggakan akan terus mengalun dari putra-putri keluarga Haji Mukti. Dan semoga dalam cerita nan indah itu, putra dan putri yang membanggakan ini akan senantiasa mengingat asal mereka, sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah hijau. Nun jauh di Dusun Sidomukti, Kenduruan, di pucuk Tuban. We do remember. (*) ----Primi----

Tidak ada komentar: